19 Kelompok TK-SD Meriahkan Festival Tan Pangantanan di Sumenep

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Indeks Jatim – Sebanyak 19 kelompok siswa TK dan SD dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumenep memeriahkan Festival Tan Pangantanan yang digelar Komunitas Kanca Pendidikan bersama Komunitas Keris, Minggu (23/8/2026).

Festival yang berlangsung di depan SDN I Pajagalan itu mengangkat tradisi Tan Pangantanan, dengan peserta berdandan layaknya pasangan pengantin menggunakan busana khas Sumenep. Mereka berjalan dari garis start hingga finish sambil membawa makanan tradisional, sembako dan hasil pertanian sebagai simbol seserahan lamaran.

Ketua Panitia, Herli Wahyudi, mengatakan festival tersebut digelar untuk mengenalkan sekaligus menjaga tradisi lokal agar tetap hidup di tengah derasnya perkembangan zaman.

Baca Juga :  2.5% Pemotongan Gaji ASN oleh Baznas, DPRD Hairul: Transparansi itu Penting

“Kegiatannya tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan merayakan tradisi, tetapi juga sarana mengenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Herli.

Menurutnya, tradisi Tan Pangantanan memiliki nilai lebih dari sekadar permainan. Di dalamnya terdapat nilai pendidikan, sosial, kerukunan dan kebudayaan yang penting untuk dikenalkan kepada anak sejak dini.

Festival tahun ini diikuti 6 kelompok perwakilan TK dan 13 kelompok SD. Pada jenjang TK, juara pertama diraih perwakilan Kecamatan Manding, disusul Dasuk, Rubaru, Pasongsongan, Ambunten dan Batuputih.

Baca Juga :  M. Ramzi Anggota DPRD Dumenep Kecam Trans7: “Siaran yang Telah Melukai Marwah Pesantren"

Sementara jenjang SD, juara pertama diraih Kecamatan Lenteng, kemudian Dasuk, Talango, Saronggi, Dungkek dan Rubaru.

Herli berharap dukungan masyarakat terhadap pelestarian budaya terus diperkuat. Menurutnya, tradisi Tan Pangantanan harus tetap menjadi bagian dari identitas budaya Sumenep dan tidak hilang di tengah perubahan zaman.

“Kami mengharapkan masyarakat berpartisipasi dalam menjaga budaya lokal. Dengan dukungan berbagai pihak, tradisi Tan Pangantanan bisa lestari dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Berita Terkait

BPRS Bhakti Sumekar Bantu Pengembangan Perpustakaan SDN Pajagalan II Sumenep
DPRD Sumenep Soroti Kinerja Pemkab 2025, Pansus Sampaikan Sejumlah Rekomendasi Strategis
Komisi DPRD Sumenep Soroti DAK 2026, Komitmen Perketat Pengawasan
DP 0 Persen! BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Pembiayaan Motor Impian Tanpa Ribet
Bahaya Produk Kedaluwarsa, DPRD Sumenep Minta Dinkes Perketat Pengawsan
Buka Bersama PC ISNU Sumenep, Momentum Bangkitkan Semangat Organisasi
Simbolisme Kerakyatan di Ulang Tahun ke-79 Megawati; Politisi dan Ojek Online Duduk Semeja
Akselerasi Kesejahteraan, Pemkab Sumenep Alokasikan Rp3,1 Miliar untuk Restorasi Hunian

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:39 WIB

19 Kelompok TK-SD Meriahkan Festival Tan Pangantanan di Sumenep

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:30 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Bantu Pengembangan Perpustakaan SDN Pajagalan II Sumenep

Kamis, 30 April 2026 - 16:47 WIB

DPRD Sumenep Soroti Kinerja Pemkab 2025, Pansus Sampaikan Sejumlah Rekomendasi Strategis

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:32 WIB

Komisi DPRD Sumenep Soroti DAK 2026, Komitmen Perketat Pengawasan

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:52 WIB

DP 0 Persen! BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Pembiayaan Motor Impian Tanpa Ribet

Berita Terbaru