SUMENEP, Indeks Jatim – Memasuki gerbang pembangunan tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan reorientasi strategis terhadap peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pilar utama stabilitas daerah.
Transformasi ini menitikberatkan pada penguatan profesionalisme dan integritas guna menjawab kompleksitas tantangan birokrasi modern. Mengingat tahun 2026 merupakan periode krusial bagi akselerasi berbagai sektor pembangunan, ASN dituntut untuk tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, namun juga bertransformasi menjadi unit kerja yang optimal dan berorientasi penuh pada kepentingan publik.
Dalam momentum Apel Gabungan yang digelar Senin (05/01/2026), Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, memberikan penekanan khusus mengenai peran vital aparatur dalam struktur pemerintahan. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan visi daerah sangat bergantung pada kualitas individu yang menjalankannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“ASN adalah ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga seluruh ASN bekerja lebih disiplin, profesional, dan menjunjung tinggi integritas,” tutur KH. Imam Hasyim di sela-sela kegiatan tersebut.
Urgensi perubahan ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan publik yang lebih mumpuni. Hal ini menuntut adanya pergeseran paradigma dari budaya kerja konvensional menuju sistem yang lebih lincah dan terbuka.
Terkait transisi budaya kerja tersebut, Wakil Bupati menginstruksikan agar ASN meninggalkan pola kerja lama yang tidak efektif dan beralih pada budaya kerja yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Beliau menambahkan bahwa penguasaan instrumen mutakhir adalah kunci dalam proses ini, di mana ASN hendaknya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Selain aspek teknis dan individual, efektivitas pembangunan di Kabupaten Sumenep juga bergantung pada kemampuan perangkat daerah dalam membangun jaring kolaborasi yang solid. Keberhasilan pembangunan tidak lagi dapat dicapai melalui kerja-kerja sektoral yang terfragmentasi, melainkan membutuhkan keterpaduan perencanaan dan pelaksanaan yang melibatkan berbagai lini instansi.
Dalam pandangan KH. Imam Hasyim, sinergi lintas sektor adalah syarat mutlak agar tujuan pembangunan bisa sesuai target secara optimal melalui komitmen bersama yang kolektif.
Sebagai langkah preventif dalam menghadapi tantangan birokrasi yang kian dinamis, peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan menjadi investasi jangka panjang yang tidak dapat ditawar. Upaya ini merupakan manifestasi dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Menutup arahannya, Wakil Bupati menyampaikan visi besarnya bagi masa depan aparatur daerah.
“Kami berharap ASN Kabupaten Sumenep menjadi aparatur yang adaptif, inovatif, dan memiliki semangat melayani, demi mewujudkan kualitas pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : A. Warits
Editor : Ghauzan
















