Diamini DPRD, PMII UPI Desak Restrukturisasi Pusat Informasi Migas

Senin, 22 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diamini DPRD, PMII UPI Desak Restrukturisasi Pusat Informasi Migas

Diamini DPRD, PMII UPI Desak Restrukturisasi Pusat Informasi Migas

SUMENEP, Indeks Jatim – Polemik mengenai efektivitas Pusat Informasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Ruang Komisi II DPRD Sumenep pada Senin (22/12/2025).

Aktivis PMII Komisariat Universitas PGRI (UPI) Sumenep membedah apa yang mereka sebut sebagai “kemandulan” fungsi lembaga informasi sektor hulu migas tersebut.

Sejak diinisiasi pada tahun 2021, Pusat Informasi KKKS yang dikelola oleh BUMD PT Wira Usaha Sumenep (WUS) dinilai gagal menjalankan fungsi diseminasi informasi.

Koordinator Lapangan PMII UPI Sumenep, Moh. Hidayat, menyoroti ketidakjelasan legal standing dan skema kerja sama antara Pemerintah Daerah dengan SKK Migas.

“Kami menuntut transparansi operasional. Bagaimana mungkin sebuah pusat informasi berdiri selama empat tahun tanpa memberikan dampak kognitif maupun praktis bagi masyarakat sekitar daerah terdampak migas?” ujar Hidayat dalam forum tersebut.

Baca Juga :  2.5% Pemotongan Gaji ASN oleh Baznas, DPRD Hairul: Transparansi itu Penting

Salah satu sorotan tajam dalam audiensi ini adalah diskoneksi antara laporan administratif dan realitas di lapangan.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, mengakui minimnya impak positif lembaga tersebut, meski ia mengklaim bahwa audit tahunan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tetap berjalan secara rutin.

Pernyataan ini memicu kritik pedas dari Ketua Komisariat PMII UPI Sumenep, Diky Alamsyah. Ia menilai ada anomali dalam proses audit jika sebuah lembaga yang tampak pasif secara aktivitas tetap lolos verifikasi anggaran.

“Audit adalah instrumen akuntabilitas. Menjadi pertanyaan besar jika laporan tahunan tersedia namun aktivitas publiknya ‘gaib’. Kami mengkhawatirkan adanya ketidaksesuaian antara pelaporan dengan realitas programatik” tegas Diky.

Baca Juga :  Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat, Pemkab Sumenep Gelar FGD

Suasana RDP sempat memanas ketika Zainul Ubbadi, selaku penanggung jawab operasional Pusat Informasi KKKS, memberikan pernyataan jujur yang paradoks. Ia mengaku tidak memiliki kewenangan teknis maupun legalitas untuk menyampaikan data strategis sektor hulu migas.

“Tugas saya terbatas pada pengelolaan fisik kantor. Selebihnya, saya tidak memiliki mandat untuk bicara teknis migas” ungkapnya, yang secara implisit mengonfirmasi kekosongan fungsi edukasi di lembaga tersebut.

Merespons temuan-temuan tersebut, Komisi II DPRD Sumenep mengambil sikap tegas. Ketua Komisi II, Faisal Muhlis, menyatakan bahwa keberadaan lembaga yang tidak memberikan nilai tambah bagi masyarakat hanya akan membebani daerah.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Kukuhkan Pengurus TP-PKK, Ini Pesannya

“Eksploitasi sumber daya alam di Sumenep harus berjalan beriringan dengan keterbukaan informasi. Jika Pusat Informasi ini tetap stagnan, lebih baik dibubarkan daripada menjadi beban administratif tanpa fungsi nyata” ujar Faisal.

Sebagai langkah konkret, DPRD Sumenep berkomitmen untuk melayangkan surat rekomendasi evaluasi menyeluruh kepada Bupati Sumenep, melakukan peninjauan ulang terhadap kontrak kerja sama dengan SKK Migas terkait pengelolaan pusat informasi serta endorong audit kinerja yang lebih substansial, tidak sekadar audit administratif formalitas.

Pertemuan ini menandai urgensi reorientasi tata kelola sektor migas di Sumenep agar kekayaan alam yang dikelola dapat dirasakan manfaatnya setidaknya melalui akses informasi yang transparan dan edukatif.

Penulis : A. Warits

Editor : Ghauzan

Berita Terkait

Bupati Sumenep Ajak Semua Elemen Buka Ruang bagi Santri
Bupati Fauzi Dorong Santri Sumenep Berani Berwirausaha
Sumenep dan Blitar Kolaborasi Pengembangan Pertanian hingga Kelautan
Wabup Sumenep Dorong Generasi Muda Jadi Pelestari Budaya Madura
Bappeda Sumenep Kejar Quick Wins Ekonomi, Tak Ingin Roadmap Berhenti di Atas Kertas
Komitmen Tingkatkan Kompetensi Guru, KEI Digaanjar Penghargaan Bupati Sumenep
19 Kelompok TK-SD Meriahkan Festival Tan Pangantanan di Sumenep
BPRS Bhakti Sumekar Bantu Pengembangan Perpustakaan SDN Pajagalan II Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bupati Sumenep Ajak Semua Elemen Buka Ruang bagi Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Bupati Fauzi Dorong Santri Sumenep Berani Berwirausaha

Kamis, 24 September 2026 - 10:43 WIB

Sumenep dan Blitar Kolaborasi Pengembangan Pertanian hingga Kelautan

Kamis, 24 September 2026 - 06:49 WIB

Wabup Sumenep Dorong Generasi Muda Jadi Pelestari Budaya Madura

Rabu, 9 September 2026 - 14:00 WIB

Bappeda Sumenep Kejar Quick Wins Ekonomi, Tak Ingin Roadmap Berhenti di Atas Kertas

Berita Terbaru

Daerah

Bupati Sumenep Ajak Semua Elemen Buka Ruang bagi Santri

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:56 WIB

Daerah

Bupati Fauzi Dorong Santri Sumenep Berani Berwirausaha

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:50 WIB