Pemkab Sumenep Resmikan Program Peer Educator UKS untuk Ekosistem Sekolah Sehat

Rabu, 30 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Sumenep Resmikan Program Peer Educator UKS untuk Ekosistem Sekolah Sehat (foto: Istimewa)

Pemkab Sumenep Resmikan Program Peer Educator UKS untuk Ekosistem Sekolah Sehat (foto: Istimewa)

​SUMENEP, Indeks Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep secara strategis memperkuat peranan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) melalui Sosialisasi dan Pembinaan UKS 2025. Inisiatif ini menandai upaya signifikan Pemkab dalam menempatkan UKS sebagai garda terdepan (frontline agent) dalam edukasi kesehatan publik di lingkungan pendidikan.

Program ini dirancang secara masif dan terstruktur, menjangkau 100 sekolah yang tersebar di 10 kecamatan, melibatkan total 260 siswa dari berbagai jenjang, mulai dari SD/MI hingga SMA/SMK.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra) Pemkab Sumenep, Kamiluddin, menjelaskan bahwa metodologi pembinaan ini berfokus pada model peer education (pendidikan sebaya).

Baca Juga :  Adaptasi Digital Memukau, Pengguna Mobile JKN di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Melesat 96 Persen

“Setiap kecamatan mengirimkan 10 sekolah terpilih, dan masing-masing sekolah mendelegasikan dua siswa perwakilan. Total peserta mencapai 260 orang. Mereka diproyeksikan menjadi agen perubahan kesehatan di unit sekolah masing-masing” terang Kamiluddin, Kamis (30/07/2025).

Implementasi Pola Hidup Bersih dan Sehat sebagai Indikator Kinerja

​Kegiatan yang berlangsung selama periode 21 Juli hingga 6 Agustus 2025 ini merupakan agenda tahunan yang dioptimalkan untuk memastikan fungsionalitas UKS tidak hanya berhenti pada pelayanan dasar, melainkan juga pada pembentukan perilaku kesehatan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

​Kamiluddin menekankan bahwa tujuan fundamental dari pembinaan ini adalah menumbuhkan kesadaran kritis siswa mengenai urgensi kesehatan, mendorong penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta mengukur keberhasilan program berdasarkan kapasitas siswa sebagai edukator sebaya.

​”Keberhasilan program ini akan diukur dari sejauh mana para siswa delegasi mampu mendiseminasikan pengetahuan dan mendorong PHBS di lingkungan sekolah mereka. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem sekolah yang adaptif dan pro-kesehatan” pungkasnya, menegaskan bahwa Pemkab Sumenep kini beralih dari sekadar program penyadaran menjadi program pencetakan kader kesehatan yang mandiri.

Baca Juga :  Kader PDI Perjuangan Jember Suarakan Penggunaan Pupuk Organik Bagi Petani Kopi

Penulis : A. Warits

Editor : Ghauzan

Berita Terkait

Komisi DPRD Sumenep Soroti DAK 2026, Komitmen Perketat Pengawasan
DP 0 Persen! BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Pembiayaan Motor Impian Tanpa Ribet
Bahaya Produk Kedaluwarsa, DPRD Sumenep Minta Dinkes Perketat Pengawsan
Buka Bersama PC ISNU Sumenep, Momentum Bangkitkan Semangat Organisasi
Simbolisme Kerakyatan di Ulang Tahun ke-79 Megawati; Politisi dan Ojek Online Duduk Semeja
Akselerasi Kesejahteraan, Pemkab Sumenep Alokasikan Rp3,1 Miliar untuk Restorasi Hunian
Adaptasi Digital Memukau, Pengguna Mobile JKN di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Melesat 96 Persen
LBH GP Ansor dan Polres Sumenep Bahas MoU Pendampingan Hukum Gratis

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:32 WIB

Komisi DPRD Sumenep Soroti DAK 2026, Komitmen Perketat Pengawasan

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:52 WIB

DP 0 Persen! BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Pembiayaan Motor Impian Tanpa Ribet

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:35 WIB

Bahaya Produk Kedaluwarsa, DPRD Sumenep Minta Dinkes Perketat Pengawsan

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:42 WIB

Buka Bersama PC ISNU Sumenep, Momentum Bangkitkan Semangat Organisasi

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:15 WIB

Simbolisme Kerakyatan di Ulang Tahun ke-79 Megawati; Politisi dan Ojek Online Duduk Semeja

Berita Terbaru