SUMENEP, Indeks Jatim – Di tengah meningkatnya risiko gangguan penglihatan akibat faktor usia maupun paparan digital, akses terhadap layanan kesehatan mata yang berkualitas sering kali terbentur kendala biaya dan birokrasi. Menjawab tantangan tersebut, Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor & Satkoryon Banser Kecamatan Gapura menginisiasi sebuah langkah progresif melalui program pemeriksaan mata gratis yang dipusatkan di Gedung MWC NU Gapura, Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah bentuk intervensi kesehatan masyarakat yang dirancang secara sistematis melalui kolaborasi lintas sektor antara organisasi kepemudaan dan institusi medis profesional, dalam hal ini Klinik Utama Sumenep.
Ketua PAC GP Ansor Gapura, M. Rukib, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan dari kontrak kerja sama strategis yang bertujuan memutus rantai keterbatasan akses kesehatan. Menurutnya, kesehatan mata adalah instrumen vital dalam produktivitas masyarakat, namun sering kali diabaikan hingga mencapai tahap kronis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memandang bahwa pemuda harus hadir sebagai jembatan antara fasilitas kesehatan profesional dengan masyarakat akar rumput. Melalui kemitraan dengan Klinik Utama Sumenep, kami ingin memastikan bahwa setiap warga Gapura mendapatkan hak dasar untuk melihat dunia dengan lebih jelas,” tutur Rukib.
Salah satu aspek inovatif dari program ini adalah skema asistensi medis berkelanjutan. Berbeda dengan bakti sosial konvensional yang sering kali berhenti di tahap pemeriksaan, GP Ansor Gapura telah menyusun mekanisme tindak lanjut bagi pasien yang memerlukan prosedur klinis lebih kompleks.
Warga yang teridentifikasi membutuhkan intervensi medis tingkat lanjut, seperti penanganan katarak, glaukoma, atau gangguan refraksi berat, maka akan mendapatkan proteksi biaya melalui Surat Rekomendasi PAC GP Ansor Gapura. Dokumen ini berfungsi sebagai instrumen klaim diskon yang signifikan di Klinik Utama Sumenep, yang mencakup:
Secara ilmiah, deteksi dini (skrining) merupakan kunci utama dalam mencegah gangguan penglihatan permanen. Dengan menyediakan layanan gratis di tingkat kecamatan, GP Ansor secara tidak langsung melakukan edukasi kesehatan mengenai pentingnya pengecekan fungsi penglihatan secara berkala.
Rukib berharap model kolaborasi seperti ini dapat menjadi preseden bagi organisasi lain di Kabupaten Sumenep. Baginya, komitmen GP Ansor Gapura tidak hanya terbatas pada gerakan kepemudaan secara religiusitas tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan yang paling mendasar yakni tentang kesehatan.
“Komitmen kami adalah menebar maslahah. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membuktikan bahwa organisasi GP. Ansor Gapura mampu menjadi motor penggerak solusi kesehatan yang nyata, bukan sekadar wacana. Kami ingin meringankan beban warga, mulai dari tahap pemeriksaan dasar hingga ke meja tindakan medis jika memang diperlukan,” pungkasnya dengan nada optimis.
Dengan adanya program ini, diharapkan angka prevalensi gangguan penglihatan di wilayah Gapura dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga aset penglihatan demi masa depan yang lebih cerah.
Penulis : A. Warits
Editor : Ghauzan

















