SUMENEP, Indeks Jatim – Dalam ekosistem pembangunan daerah modern, keberhasilan sebuah agenda publik tidak lagi hanya bergantung pada birokrasi, melainkan pada kekuatan kolaborasi lintas sektor. Prinsip inilah yang melandasi pemberian penghargaan oleh Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.,MH kepada RSUD dr. H. Moh. Anwar atas peran strategisnya dalam menyukseskan Calendar of Event 2025.
Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Bupati kepada Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, dalam suasana syukuran akhir tahun yang berlangsung khidmat di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (24/12/2025) malam.
Apresiasi ini menandai pergeseran paradigma institusi kesehatan publik. RSUD Sumenep dinilai berhasil memosisikan diri tidak hanya sebagai pusat kuratif, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial-budaya.
Bupati Achmad Fauzi menekankan bahwa keterlibatan mitra strategis s-eperti RSUD adalah “energi penggerak” di balik optimalisasi program daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pembangunan berkelanjutan memerlukan visi yang selaras. Kehadiran RSUD Sumenep adalah bukti nyata kolaborasi yang mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang luas bagi masyarakat melalui berbagai event daerah,” ujar Bupati H. Achmad Fauzi.
Sepanjang tahun 2025, Sumenep memang gencar mengaktivasi ekonomi kerakyatan melalui serangkaian kegiatan seni, budaya, dan pariwisata yang melibatkan ribuan pelaku UMKM. Dukungan dari sektor mitra memastikan setiap agenda memiliki daya ungkit ekonomi yang signifikan bagi warga lokal.
Merespons penghargaan tersebut, dr. Hj. Erliyati mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan validasi atas komitmen institusinya terhadap pembangunan daerah secara holistik.
“Kami ingin kontribusi RSUD melampaui batas-batas layanan kesehatan. Partisipasi dalam aspek sosial, budaya, dan ekonomi adalah bentuk dedikasi kami sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat Sumenep,” jelas dr. Erliyati. Ia menambahkan bahwa penghargaan ini akan menjadi stimulus bagi seluruh jajaran RSUD untuk terus merawat semangat kolaboratif.
Pemerintah Kabupaten Sumenep telah mematok target yang lebih ambisius untuk tahun mendatang. Sebanyak 110 rangkaian kegiatan diproyeksikan bakal digelar merata di seluruh kecamatan pada 2026.
Strategi tersebut dilakukan untuk mendistribusikan pusat pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat kecamatan dan memperkuat identitas budaya melalui keterlibatan komunitas seni lokal serta mengintegrasikan dunia usaha (seperti Bank Jatim, BPRS Bhakti Sumekar, hingga sektor energi seperti Medco dan Kangean Energy) dalam satu ekosistem pembangunan yang partisipatif.
Melalui momentum penghargaan ini, Pemkab Sumenep mengirimkan pesan kuat kepada para pelaku usaha bahwa mereka bukan sekadar “penyokong dana”, melainkan mitra strategis jangka panjang yang menentukan wajah masa depan Sumenep.
Penulis : A. Warits
Editor : Ghauzan
















