SUMENEP, Indeks Jatim – Pemerintah Daerah Kabupaten sumenep melalui wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH., MH., menghadiri kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Sumenep di Pendopo Agung Keraton Sumenep pada 19 November 2025.
FGD 2025 ini mempertemukan beragam pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, kalangan akademisi, anggota Komisi IV DPRD, hingga pengurus cabang olahraga (cabor) tingkat kabupaten. Mereka duduk bersama untuk merumuskan peta jalan dan langkah strategis dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terintegrasi, modern, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem olahraga secara menyeluruh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peningkatan kualitas sarana dan prasarana harus menjadi prioritas, mulai dari optimalisasi GOR, stadion, lapangan, hingga berbagai fasilitas latihan yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat dan atlet pembinaan” tegas Wabub Kiai Imam.
Pemerintah daerah, menurutnya, juga memiliki agenda memperluas ruang publik yang ramah bagi aktivitas olahraga komunitas, sehingga masyarakat lebih mudah membangun kebiasaan hidup sehat.
Wabup Imam Hasyim juga menaruh perhatian besar pada aspek pengembangan sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa kualitas atlet sangat berkaitan dengan kapasitas pelatih dan manajemen pembinaan.
“Oleh karena itu, diperlukan program pelatihan berkelanjutan, sertifikasi pelatih, serta peningkatan kompetensi tenaga pendukung agar pembinaan berjalan secara profesional. Peningkatan kualitas SDM keolahragaan adalah investasi jangka panjang yang tidak dapat ditunda” ucap beliau saat sambutan.
Selain itu, Imam Hasyim menyampaikan pesan penting terkait budaya olahraga di masyarakat. Ia menilai bahwa ekosistem prestasi tidak hanya dibangun melalui kompetisi formal, tetapi juga melalui pembiasaan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan sosial yang mendukung, menurutnya, melahirkan karakter atlet yang lebih tangguh, berdisiplin, dan berdaya saing tinggi. Ia mendorong agar sekolah, komunitas pemuda, dan organisasi masyarakat semakin aktif berperan dalam memperkuat budaya olahraga secara berkelanjutan.
“Pemerintah daerah berharap terciptanya kerja sama antara pemerintah, akademisi, media, dan pengurus cabor terus diperkuat” harap Wabub.
Beliau menekankan pentingnya kolaborasi multi-pihak untuk memastikan bahwa pembinaan olahraga tidak berjalan sporadis atau sektoral, melainkan menjadi gerakan bersama yang menempatkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat sebagai tujuan akhirnya. Ia menilai bahwa melalui sinergi dan komitmen bersama, Sumenep memiliki potensi besar untuk mencetak atlet unggul serta mengembangkan keolahragaan sebagai bagian dari pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Penulis : A. Warits
Editor : Ghauzan
















