SUMENEP, Indeks Jatim – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar menegaskan kembali posisinya sebagai lokomotif pendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk yang beroperasi di wilayah kepulauan Sumenep yang sulit dijangkau. Dengan fokus pada layanan pembiayaan yang mudah diakses dan sesuai prinsip syariah, BPRS berupaya memastikan bahwa sektor ekonomi kerakyatan ini tetap menjadi fondasi kuat.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menyatakan bahwa komitmen terhadap UMKM bukan tanpa alasan. Sektor ini terbukti berperan vital dalam menyerap tenaga kerja dan menjadi motor penggerak utama roda ekonomi masyarakat lokal.
“Kami menawarkan solusi permodalan yang adil dan berbasis syariah, dengan margin yang kompetitif. Tujuannya jelas: agar UMKM dapat bertumbuh secara mandiri dan memiliki ketahanan finansial yang sehat” ujar Fajar, (17/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mengakomodasi kebutuhan beragam pelaku usaha, BPRS Bhakti Sumekar menggunakan skema akad pembiayaan yang fleksibel yakni :
- Akad Murabahah: Skema jual beli barang dengan kejelasan margin keuntungan yang disepakati di awal.
- Akad Mudharabah: Skema bagi hasil, di mana bank menyediakan modal dan nasabah menjalankan usaha.
BPRS Bhakti Sumekar juga menawarkan fasilitas yang memberikan keuntungan kompetitif bagi nasabah yakni pelunasan lebih awal tanpa penalti, ini adalah bentuk kemudahan finansial yang sangat dihargai oleh pelaku usaha yang memungkinkan mereka mengelola arus kas dengan lebih efisien.
Meskipun menawarkan produk yang menarik, Kepala Cabang BPRS Bhakti Sumekar di Arjasa mengakui adanya tantangan pemasaran yang unik, terutama di wilayah kepulauan.
“Tantangan terbesar kami adalah banyaknya pedagang atau pengusaha yang sudah terikat pinjaman di lembaga keuangan lain, seringkali dengan tawaran margin rendah dan tanpa jaminan. Ini menuntut kami untuk meningkatkan daya saing produk syariah di pasar” jelasnya.
Gerilya Promosi di Lini Depan
Menghadapi persaingan ini, Cabang Arjasa menerapkan strategi promosi yang gencar dan terstruktur di tingkat akar rumput yaitu :
- Pemanfaatan Momen BLT Desa: Setiap kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa dimanfaatkan sebagai ajang perkenalan produk pembiayaan UMKM.
- Aktivasi Pasar Tradisional: Pembagian brosur gencar dilakukan di pasar-pasar, memperkenalkan tidak hanya produk UMKM tetapi juga layanan pelengkap seperti Gadai Syariah dan Deposito.
“Pembiayaan UMKM syariah ini sengaja dirancang untuk memperkuat modal kerja dan investasi. Kami terus berupaya membuat proses pengajuan sesederhana mungkin agar pelaku UMKM dapat segera mengakses pendanaan yang mereka butuhkan.” tutupnya.
Penulis : A. Warits
Editor : Ghauzan
















