SUMENEP, Indeks Jatim – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi SMA Negeri dan Swasta kembali menggelar simposium rutin pada Rabu (21/1/2025). Pertemuan yang berlangsung di SMA Raudatul Ulum Kapedi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan menjadi panggung bagi lahirnya strategi pembelajaran baru bertajuk “Deep Learning” melalui media inovatif.
Fokus utama pertemuan kali ini adalah sesi Praktik Baik yang dipaparkan oleh Ketua MGMP Ekonomi, Dwi Utari Yuniasih, S.Pd. Ia memperkenalkan implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan menggunakan media Minibook.
Metode ini dirancang untuk mengatasi tantangan rendahnya retensi materi ekonomi yang sering dianggap abstrak oleh siswa. Melalui Minibook, siswa diajak mengonstruksi pemahaman mandiri ke dalam format ringkas yang visual, sehingga konsep-konsep kompleks seperti makroekonomi menjadi lebih mudah dicerna dan kontekstual.
Selain inovasi kelas, forum ini juga meresmikan peta jalan Lomba Ekonomi SMA 2026. Ketua Panitia, Ribwandi, mengonfirmasi bahwa ajang bergengsi ini dijadwalkan akan digelar pada Oktober 2026.
Beberapa poin krusial terkait kompetisi tersebut meliputi:
- Inklusivitas Peserta: Terbuka bagi siswa lintas jenjang (Kelas X, XI, dan XII).
- Komitmen Institusi: Setiap sekolah (Negeri dan Swasta) diwajibkan mendelegasikan minimal tiga perwakilan terbaiknya.
- Tujuan: Mengukur efektivitas kurikulum ekonomi sekaligus mengasah daya kritis siswa terhadap fenomena ekonomi terkini.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan pendidikan. Eko Febryanto, S.E, M.M. (Pengawas SMA) dan Drs. H. Budi Hartono (Pembina MGMP) memberikan penguatan mengenai pentingnya adaptasi guru terhadap perubahan zaman.
Apresiasi juga datang dari pihak tuan rumah, SMA Raudatul Ulum Kapedi, yang dalam hal ini diwakili oleh Ibu Zamilah, S.Pd.
Ketua MGMP Ekonomi, Dwi Utari Yuniasih, menegaskan bahwa forum ini merupakan manifestasi dari semangat lifelong learning para pendidik. Menurutnya, berbagi strategi pembelajaran kreatif, seperti pemanfaatan teknologi finansial dan simulasi pasar interaktif, adalah kunci menghadapi dunia pendidikan yang dinamis.
“Kualitas pendidikan ekonomi di daerah kita sangat bergantung pada kemauan para pengajar untuk saling menginspirasi dan membedah metode terbaik demi kemajuan siswa,” ujar Dwi dalam sambutannya.
Acara tersebut juga diwarnai suasana haru saat melepas rekan sejawat yang memasuki masa pensiun. Dwi Putri menyampaikan apresiasi mendalam dan menyebut para senior sebagai kompas teladan bagi guru-guru muda. Ia menekankan bahwa meski tugas di ruang kelas berakhir, nilai-nilai yang ditanamkan akan terus tumbuh pada keberhasilan siswa.
Menutup keterangannya, Dwi Utari berharap semangat kolaborasi ini tetap terjaga agar lahir generasi yang cerdas secara finansial dan bijak dalam mengambil keputusan di masa depan.
Senada dengan Dwi, Adi Kusno, Divisi Humas MGMP Ekonomi Sumenep menegaskan bahwa inisiatif kompetisi yang digagas oleh MGMP Ekonomi SMA Kabupaten Sumenep merupakan sebuah intervensi strategis yang berfungsi sebagai katalisator dalam memetakan potensi kognitif siswa di ranah literasi finansial dan makroekonomi. Momentum ini bukan sekadar ajang adu ketangkasan akademik, melainkan sebuah ekosistem meritokratis yang dirancang untuk menguji validitas pemahaman teoretis serta aplikasi logika ekonomi dalam menghadapi dinamika pasar global.
“Ajang ini menjadi ruang inkubasi mental di mana para peserta melakukan transformasi dari sekedar penyerap informasi menjadi praktisi pemikiran kritis yang mampu mengonstruksi solusi atas problematika ekonomi kontemporer” tegas Adi.
Adapun sinergi para pendidik ekonomi ini akan berlanjut pada pertemuan berikutnya yang dijadwalkan bertempat di SMA Al Mukri Prenduan, dengan agenda yang diproyeksikan akan semakin mempertajam kompetensi pedagogik guru di era digital.
Penulis : A. Warits
Editor : Ghauzan
















